Samir Nasri Tetap Pergi Karena di City Tak Pasti

Samir Nasri, Manchester city, Sevilla, premier league, la liga

Perpindahan Samir Nasri ke Sevilla

Samir Nasri merupakan pemain gelandang serang dari Manchester City sejak tahun 2011, setelah ia diambil dari klub Arsenal yang Ia bela selama tiga musim. Namun pada musim ini Ia dipinjamkan ke klub liga Spanyol, Sevilla.

Nasri sempat dilatih oleh Guardiola sebelum pada akhirnya pemain berdarah Prancis itu memutuskan untuk pergi dari Manchester City di akhir Agustus musim ini untuk membela Sevilla. Malah sebelum Ia mengambil keputusan untuk pergi dari Manchester City, Ia sempat mengalami adu argumen dengan sang pelatih.

Mantan pemain Arsenal itu merasa bahwa saat klubnya berada di tangan Guardiolam Ia tidak akan mendapat banyak kesempatan bermain jika Ia tetap terus bertahan di Etihad musim ini. Itulah sebabnya mengapa Ia pindah dar City walaupun untuk sementara saja.

Dan memang proses kepindahan itu tidak berjalan seperti yang diinginkan. Sang pemain mengakui bahwa Guardiola sempat membujuknya untuk tetap berada dalam lingkungan Manchester City dibanding harus bemain diklub lain terutama sekelas Sevilla padahal Sevilla berada diperingkat ke 5 dalam kalsemen kompetisi Liga Spanyok untuk sebelas kali pertandingan sampai pekan ini.

Ia mengungkapkan kepaada L’Equipe “Guardiola bilang kondisi saya amat buruk (di awal musim panas lalu), dia mengatakan itu beberapa kali. Saya memang sedikit kurang bugar. Tidak seperti yang mereka katakan, namun memang kelebihan beberapa kilo. Bagi Guardiola, kelebihan 2,5 kilo dan anda tidak akan berlatih di tim,”.

Ia melanjutkan “Guardiola mengatakan bahwa dengan kualitas saya, saya harusnya tidak ada di Manchester City, tapi di Barcelona. Kami kemudian bicara, dia ingin saya bertahan dan bermain untuknya. Saya bilang tidak, karena dia tidak bisa memastikan tempat untuk saya di tim utama dan saya ingin bermain. Namun Dia mengatakan pada saya bahwa saya membuat kesalahan.”

Dan akhirnya Nasri tetap pergi karena di Manchester City posisinya tak pasti. Sampai saat ini Ia telah mengantongi dua buah gol dalam delapan kali perandingan bersama Sevilla dalam kompetisi Liga Spanyol. Dua gol tersebut Ia sumbangkan pada saat menghatarkan  kemenangan melawan Leganes dan saat memperkecil kekalahan melawan Athletico Bilbao.

Advertisements

Pemain City Senang Dilatih Guardiola

Pep Guardiola, Manchester United, training soccer

Pep Guardiola Training

Banyak pemain Manchester City sangat senang berada dibawah kepemimpinan Guardiola baik yang baru bergabung maupun yang sudah lama. Contohnya adalah Nolito. Ia  mengungkapkan perasaannya bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat di bursa transfer musim panas lalu dengan bergabung bersama Manchester City.

Mantan pemain Celta Vigo yang berusia 30 tahun itu memang sempat dihubungkan dengan sejumlah tim top, bahkan sempat menolak dipinang Barcelona, dan akhirnya berlabuh di tihad.

Semenjak itu, pemain Spanyol tersebut dalam 15 kali penampilan di club barunya telah membuat tak kurang dari lima gol, yang kini hanya tertinggal dua angka dari Liverpool di Premier League dan tinggal sedikit lagi lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Kini Ia juga telah bergabung dengan timnas Spanyol menjelang ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018.

Bagaimana dengan penyerang depan City, Sergio Aguero, yang dikabarkan akan dipinang dengan Real Madrid dikarenakan tidak cocok dengan gaya melatihnya Guardiola, dan juga Ia diisukan sempat cekcok dengannya.

Isu tersebut berkembang karena Aguero beberapa pertandingan terakhir sempat tidak masuk dalam barisan starter The Citizen, salah satunya saat klubnya menghadapi Barcelona.

Namun Aguero membantahnya. Ia merasa tak memiliki masalah dengan pelatihnya dan Guardiolapun juga demikian. Menurutnya Guardiola selalu membantunya dalam memberikan nasihat. Ia merasa lebih baik di Manchester City terutama dengan kehadiran pelatih baru, Pep Guardiola

“Guardiola mengatakan pada saya untuk tidak terlalu memperhatikan apa yang ia katakan. Ia membuat saya fokus untuk menang. Di beberapa bulan terakhir, pemikiran saya banyak berubah. Usai pertandingan melawan Paraguay, emosi saya amat buruk. Guardiola banyak membantu saya.”

Pemain bertahan Manchester City, Bacary Sagna, juga senang dengan pelatih barunya. Baru baru ini merasa bahwa dirinya sudah siap kembali merumput bersama ketika rekan rekannya saat menghadapi Crystal Palace di laga Premier League besok. Sebelumnya Sagna tidak bisa membela klubnya karena mengalami cedera hamstring saat membela Prancis melawan Bulgaria pada 7 Oktober. Namun setelah sembuh Ia kembali berlatih bersama tim dan tidak membela tim nasional.

Selama Sagna memulihkan diri, Manchester City agak menemui kesulitan. Mereka kehilangan turun dua peringkat dari puncak klasemen sementara dan digantikan oleh oleh Liverpool

Kembalinya Sagna tentu akan menjadi angin segar untuk Guardiola, yang di musim panas lalu gagal mendapatkan bek Arsenal, Hector Bellerin.

 

Hampir Menang, City Turun Dua Peringkat

Sergio Aguero, Manchester City,  Middlesbrough, Manchester City vs Middlesbrough, premier league, epl 2016

Sergio Aguero Mencetak Gol

Hari Sabtu yang lalu tanggal 5 November 2016, Manchester City melanjutkan ajang kompetisi Liga Inggris Premier League putaran ke 11. Kali ini mereka menjadi tuan rumah menjamu Middlesbrough di Etihad Stadium. Sayangnya pada pertandingan tersebut pada saat Manchester hampir memenangi pertandingan di penghujung babak kedua bahkan pada saat injury time, mereka lengah sehingga kebobolan sebuah gol sehingga skor imbang 1-1.

Sebenarnya dalam pertandingan tersebut pasukan dari Pep Guardiola sangat jauh mengungguli permainan hari itu, bahkan dibabak pertama mereka menguasai bola sekitar hampir 80 %. Berbagai percobaan penjebolan gawang lawan terus dilakukan namun Victor Valdes berulang kali menyelamatkannya.  Bahkan The Citizen tak memberikan kesempatan bola yang dimiliki Middlesbrough menyentuh gawangnya.

Namun semua serangan City dapat berhasil dinetralisir semua hingga sebelum akhir di babak pertama selesai, mereka mampu mengubah papan angka. Adalah Kevin De Bruyne mengirmkan dengan tepat umpan silang yang melambung ke tengah kotak penalti dan Sergio Aguero menyambutnya dan menembakkan dengam cepat. Kali ini kiper Valdes tak berdaya dan skor berubah sampai akhir babak pertama usai. 1-1.

Setelah babak kedua mulai, terlihat perubahan strategi dari Middlesbrough. Walaupun masih didominasi oleh City, namun The Boro sudah mulai menunjukkan taringnya. Hanya saja memang formasi 4-1-4-1 yang diberikan Guardiola cukup menyulitkan mereka untuk menggetarkan gawangnya.

Saaat babak kedua hampir berakhir, Marten de Roon berhasil menanduk umpan lambung yang diberikan oleh George Friend dalam jarak dekat sehingga Claudio Bravo tidak memiliki kesempatan untuk menghentikannya. Skor menjadi imbang 1-1.

Sang pelatih The Citizen tentunya sangat kecewa dalam pertandingan ini mengingat kemenangan sudah didepan mata namun berhasil digagalkan. Ia mengatakan kepada Daily Star “”Hasil ini sangat menyedihkan. Kami melakukan banyak hal yang bagus dan kami mencoba untuk memenangkan pertandingan. Namun ketika kami membuang peluang tersebut, kami harus menerimanya namun liga masih panjang”.

Namun lengahnya mereka di menit terakhir karena terbuai kemenangan diawal pertandingan dan mengangap Middlesbrough tak mampu menjebol gawang atau bahkan masih terlena dengan kemenangan melawan Barcelona.

Namun untungnya hal itu tidak benar. Guardiola menjelaskan. “Tidak, itu tidak benar. Kami mengawali pertandingan dengan luar biasa dan kami bermain sangat bagus di babak pertama”.

Dengan hasil pertandingan ini, sayangnya membuat mereka harus turun peringkat dari posisi pertama menjadi  peringkat tiga dan diambil alih oleh Liverpool.

 

Akhirnya City Mengalahkan Barca

manchester-city-vs-barcelona-2016-champions-league-3-1

Dalam ajang lanjutan kompetisi Liga Champions kemarin tanggal 2 November 2016, Manchester City harus menghadapi kehebatan dari Barcelona. Dalam pertandingan tersebut The Citizen berhasil membalaskan dendamnya karena mereka pernah dikalahkan oleh Barca di pertandingan sebelumnya dengan telak. Kini giliran mereka menunjukkan kebolehannya dengan skor 3-1.

Lawan mereka adalah pemain bintang dari Spanyol dengan Trio MSN (Messi Suarez dan Neymar) tentunya bukan lawan yang mudah untuk ditaklukan. Apalagi jika dilihat dari statistik, Barca lebih unggul dalam penguasaan bola.

Pada saat pertandingan bola dimulai, Barcelona langsung mendominasi permainan. Barca juga sangat agresif di sepertiga akhir lapangan, sehingga membuat pertahanan City terlihat panik. Namun City mampu menemukan ketenangan dalam permainan mereka dan akhirnya bisa berbalik menebar ancaman.

Namun apa yang terjadi saat City menguasai permainan? Barca malah dapat mencetak gol lewat Lionel Messi pada menit ke-20. Kali ini counter attack dari serangan City yang gagal bola tersebut dibawa Neymar berlari hampir sepanjang lapangan lalu kemudian ia memberikan bola kepada Messi yang melepas tembakan meggetarkan gawang Wilfredo Caballero.

Akhirnya City dapat menyamakan kedudukan di menit ke-39. Sergio Aguero mengirim umpan kepada Sterling. Winger Inggris tersebut kemudian melepas umpan silang yang diselesaikan dengan mudah oleh Ilkay Gundogan sehingga babak pertama berakhir dengan skor 1-1.

Man City masih menguasai permainan begitu paruh kedua dimulai. Gol kedua City datang lewat skema bola mati pada menit ke-51 yaitu tendangan bebas di depan kotak penalti, Kevin De Bruyne melepas eksekusi sempurna yang kembali menjebol gawang Ter Stegen.

City kembali membuktikan ketajaman mereka dimenit ke 74. Ilkay Gundogan sukses menyumbangkan gol keduanya lewat strategi yang hampir sama dengan gol pertamanya. Ia mendapat umpan silang sempurna, Gundogan menyelesaikannya dengan tap in dari jarak dekat.  Sampai babak kedua selesai tak adan perubahan angka lagi.

Momen kemenangan terhadap Barcelona sebaiknya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Manchester City untuk meningkatkan kepercayaan diri, karena kemenagan ini sangat jarang terjadi apalagi saat menjebol gawangnya sebanyak tiga kali.

10 Kali Tak Pernah Menang, Guardiola Atur strategi

Pep Guardiola Atur Strategi

Pep Guardiola Atur Strategi

Pada dasarnya pelatih Manchster City, Josep Guardiola, menyatakan keinginannya untuk tidak terlalu memikirkan vakumnya kemenangan yang tengah ia alami bersama timnya dan mulai meminta timnya untuk kembali bekerja keras dan fokus ke pertandingan berikutnya.

Menurut catatan, enam pertandingan terakhir City di semua kompetisi, City saat ini sudah tak lagi meraih tiga angka penuh. Apa lagi pertandingan terakhir saat mereka berhadapan dengan Manchester United kemarin, mereka bertekuk lutut terhadap setan merah 0-1 di Old Trafford hasil karya dari Juan Mata. Hal ini membuat Manchester City harus terusir dari di babak ke empat Piala Liga.

Entah apa yang terjadi karena sebelumnya The Citizen selalu menang di 10 pertandingan secara beruntun di awal musim. Namun Guardiola mengatakan bahwa dirinya akan terus menganalisa dan mencari faktor penyebab sehingga anak asuhnya tak bisa meraih kemenangan lagi.

“Saya tetap melakukan hal yang sama seperti ketika kami memenangkan 10 pertandinan itu. Penurunan seperti ini wajar karena juga bisa terjadi pada tim lainnya.” Jelas Guardiola seperti yang dilansir Marca.

“Ketika anda melihat tim, 11 pemain berlari dan 11 pemain bertarung – itulah yang terjadi. Kami harus mulai menang lagi dan Sabtu berikutnya kami akan punya peluang melakukannya.”

“Saya bangga dengan para pemain muda dan bagaimana mereka bermain. Harusnya kami lebih akurat dalam memberikan umpan, namun sulit melakukannya melawan United.”

“Setiap tim memiliki rentetan hasil baik dan buruk. Namun yang aneh adalah setelah tujuh tahun, baru sekarang itu terjadi.”

Setelah pertandingan di Old Trafford selesai, Guardiola terlihat langsung pergi dari lapangan. Banyak pihak yang memperkirakan sang bos amat kecewa dengan performa timnya. Namun ia justru bercanda dan mengatakan: “Saya tidak seperti Jurgen Klopp. Kadang saya pergi ke atas lapangan dan kadang tidak. Saya ingin merasa dekat dengan para pemain.”

Selain kejadian tersebut, ternyata terungkap juga bahwa kapten mereka, Vincent Kompany, tak sanggup bermain lagi. Itulah sebabnya di babak kedua sang pelatih menyadangkannya. Pemain asal Belgia tersebut sebenarnya baru pulih dari cideranya dan sempat ingin kembali bermain namun apa daya kondisi fisiknya tak lagi sama seperti dulu. Memang terlihat Kompany kurang baik penampilannya kala itu.

 

 

Strategi Mantan Pelatih Barcelona Vs Pelatih Barcelona

Luis Enrique, Pep Guardiola, manchester city, Barcelona, barcelona vs Manchester city,

Luis Enrique VS Pep Guardiola

Besok hari Kamis tanggal  20 Oktober 2016 akan terjadi pertarungan antara Barcelona melawan Manchester City dalam laga UEFA Champions League minggu ke tiga. Kali ini mantan pelatih Barcelona, Pep Guadriola akan dijamu oleh pelatih baru Barcelona, Luis Enrique.

Guardiola sendiri pernah melatih Barcelona selama empat musim dari 2008 sampai 2012. Sedangkan Enrique dari 2014 sampai sekarang.

Keinginan Guardiola dalam mengalahkan mantan tim asuhannya tersebut sangat besar. Bukan karena Ia pernah disana tetapi Manchester City selalu kalah dalam empat kali peremuan terakhir secara berturut turut di babak penyisihan 16 besar. Saat Guardiola melatih Bayern Munchen, Ia bertemu juga di semi final 2015 dengan Barca dan menelan kekalahan telak 3-0.

Dengan pengalaman Guardiola yang pernah bermain di Barcelona sebagai gelandang bertahan, menjadi pelatih dan bahkan pernah dikalahkan oleh mantan timnya, hal ini tentunya akan menjadi keuntungan bagi timnya untuk dapat mengalahkan Barca.

“Pep mengerti betul tentang gaya bermain Barcelona. Ia pernah bekerja dengan mereka dan tahu kualitas mereka dan saya rasa Barcelona tak banyak mengalami perubahan,” ujar Zabaleta saat jumpa pers sebelum pertandingan.

“Mereka masih bermain dengan cara yang tak jauh berbeda. Mereka mendominasi sepakbola Eropa selama bertahun-tahun. Sementara itu kami punya gaya baru dalam bermain yang belum pernah kami lakukan sebelumnya,” lanjutnya.

Pelatih Barcelona yang sekarang pun juga mengamati perkembangan mantan pelatih Barcelona itu. Ia mengatakan bahwa Manchester City juga tampil semakin baik dibawah kendali Josep Guardiola.

“Salah satu kualitas dari seorang pelatih yang bagus adalah bisa mengadaptasikan gaya sepakbolanya sesuai dengan pemain yang dimiliki. Anda bisa melihat sentuhan Guardiola pada City, permainan mereka sangat atraktif sekarang dan akan akan semakin baik,” ujarnya.

Namun Guardiola juga masih belum mengerti apa yang harus dilakukan oleh timnya untuk dapat menghentikan Messi. Terutama dalam waktu 90 menit, itu merupakan waktu yang sangat panjang untuk menahannya.

“Mereka tak butuh banyak peluang untuk mencetak gol. Itulah talenta besar striker Barcelona. Ini akan menjadi ujian bagus untuk kami untuk mengetahui level kami menghadapi tim terbaik.”

Namun yang jelas Guardiola perlu memahami timnya secepatnya dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk itu.

Koeman : City Kuat tapi Ada Celah

Pep Guardiola, Ronald Koeman, Everton, manchester City, City Vs Everton, Prediksi City Vs Everton, hasil City Vs Everton, premier league

Pep Guardiola VS Ronald Koeman

Ronald Koeman yang saat ini menjabat sebagai  pelatih dari Everton memberikan tanggapannya mengenai kemampuan Josep ‘Pep’ Guardiola. Pelatih berdarah Belanda itu dan pasukannya akan segera menyambangi markas dari The Citizen, Etihad Stadium, besok Sabtu tanggal 15 Oktober 2016. Ia akan segera menjajal kebolehan  sang pemilik peringkat satu di klasmen sementara Liga Inggris, Premier League musim 2016 – 2017.

Memang sebelumnya Ronald Koeman dan Pep Guardiola dulu pernah bermain bersama di Barcelona. Dan mereka juga merupakan bagian dari tim impian Barcelona dibawah komando dari Johan Cruyff. Hanya saja Guardiola bermain lebih lama lima musim dibandingkan Koeman. Guardiola bertengger di Barcelona selama sebelas musim dari 1990 sampai 2001 sedangkan Koeman selama enam musim dari 1989 sampai 1995.

Ia juga melihat perjalanan Guardiola sampai sekarang. Ia menuturkan kepada ESPN “Saat Pep masih menjadi manajer Barcelona, saya melihat tim Barca menjadi terbaik sepanjang sejarah. Tim itu terbaik di semua aspek sepakbola,”.

Pada dasarnya standar di Barcelona memang sudah tinggi namun Guardiola mampu membuatnya menjadi lebih tinggi lagi. Orang-orang Belanda pun suka melihat permainan Barcelona dan Bayern Munchen dibawah asuhan Guardiola.

“Tentu saja standar di Barcelona memang selalu tinggi. Namun Guardiola membuatnya 200 persen lebih tinggi di semua aspek sepakbola. Saya tahu orang-orang di Belanda sangat menikmati permainan Barcelona dan Bayern Munchen karena memang berbeda.”

Ini juga berlaku sama terhadap tugas yang diemban sekarang yaitu menjadi pelatih di Manchester City. Ia melihat kekuatan Manchester City sekarang sudah sangat berbeda dengan musim sebelumnya. Ini terbukti dari posisi The Citizen yang sudah berada di puncak peringkat klasmen sementara Premier League musim ini. Dan yang menariknya lagi adalah bahwa pertandingan besok merupakan pertemuan pertama mereka dengan jabatan yang berbeda dari sebelumnya.

Ia menilai bahwa City bermain sangat baik pada musim ini, walaupun sempat kalah melawan Tottenham namun cara bermain mereka cukup mengesankan.  Hal itu akan membuat Koeman kesulitan bertahan. Untungnya Koeman memiliki beberapa strategi untuk dapat menumbangkan tim asuhan mantan rekannya itu. Ia melihat ada celah untuk dapat menjebol pertahanan City.

Menurut prediksi Anda. Apakah Manchester City mampu melawan strategi Everton saat pertandingan minggu ke 8 tanggal 15 Oktober 2016 besok? Kita tunggu saja hasilnya.